Harian Kontan     13 Sep 2018

Efek PPh Impor Tak Bakal Signifikan Bagi Multistrada

JAKARTA. Setelah pemerintah menerbitkan aturan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 terhadap 1.147 barang impor, sejumlah pelaku usaha mulai menakar prospek bisnisnya. Produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk memperkirakan, penaikan PPh impor ban dari 2,5% menjadi 7,5% tidak akan berdampak positif secara signfikan.

Multistrada menyebutkan, tambahan 5% tarif PPh impor tak akan manjur membendung masuknya produk ban dari luar negeri ke pasar domestik. Seperti diketahui, banjir ban impor menjadi keluhan serius para produsen ban lokal.

Apalagi, sebelumnya pemerintah juga memberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 6/2018 tentang perubahan Permendag 77/2016 tentang Ketentuan Impor Ban. Beleid ini lebih berdampak krusial bagi industri lokal. "Aturan tersebut sifatnya control supply dan demand," ungkap Uthan Muhammad Arief Sadikin, Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk kepada KONTAN, Minggu (9/9).

Alih-alih mendukung produsen ban lokal, Permendag 6/2018 justru terasa semakin membebaskan pengimpor ban. Aturan tersebut menghapus kewajiban peran Kementerian Perindustrian untuk mengecek impor ban. Selanjutnya, pengimpor ban cukup mencari izin impor dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Selain aturan, Multistrada menghadapi tantangan harga karet yang menggunakan denominasi dollar Amerika Serikat (AS). Harga karet turut mendaki sejalan dengan penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah.

Namun Multistrada tetap bersyukur. Sebab mereka juga berpeluang untuk mengail pendapatan lebih di tengah penguatan the green back. Maklum, perusahaan berkode saham MASA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu masih lebih banyak mengantongi penjualan ekspor ketimbang penjualan dari pasar domestik.

Tak heran jika Multistrada memperkirakan kinerja ekspor pada tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu. "Kami lihat sampai September, ada perkembangan di pasar global," tutur Uthan.

Sejauh ini Multistrada masih memegang target pertumbuhan penjualan 2018 sebesar 10%-20%. Strategi mereka adalah membidik negara tujuan ekspor baru dan menggenjot penjualan ritel di pasar dalam negeri. Pada tahun lalu, Multistrada mencatatkan total penjualan senilai US$ 280,97 juta.

Berita Pajak

Peraturan Pajak

NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA ...
Read More
NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA ...
Read More
NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA ...
Read More
HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2019
Read More
TATA CARA PERTUKARAN INFORMASI SECARA SPONTAN DALAM RANGKA MELAKSANAKAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
Read More

Kurs KMK

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 16671.67
USD 14688
GBP 18921.19
AUD 10686.55
SGD 10673.83
* Rupiah

Berlaku : 21 Nov 2018 - 27 Nov 2018