Harian Kontan     14 Sep 2018

Tahun Depan, Pertukaran Data Pajak ke 102 Negara

JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menjalankan pertukaran data perpajakan otomatis melalui program automatic exchange of information (AEOI) mulai bulan ini. Namun untuk tahun 2018, pertukaran pajak hanya berlangsung dengan 88 negara. Sedangkan pada tahun depan, jumlahnya akan bertambah menjadi 102 negara.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Ditjen Pajak Hestu Saksama Yoga menjelaskan, ada 149 yurisdiksi yang ingin melaksanakan AEOI dan sebanyak 102 negara termasuk Indonesia, berkomitmen untuk memulai pada tahun 2017 atau 2018. Namun penilaian dari Global Forum, ternyata baru 88 negara yang memenuhi persyaratan AEOI. "Sisanya belum memenuhi persyaratan seperti perjanjian internasional," jelas Yoga, panggilan akrabnya, Kamis (13/9).

Perjanjian itu antara lain, Multilateral Convention on Mutual Administrative Assisstance in Tax Matters (MAC) dan Multilateral Competent Authority Agreement (MCAA) atau Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan Bilateral Competent Authority Agreement (BCAA). "Untuk yang belum (memenuhi syarat), kemungkinan tahun 2019 sudah bisa ikut (AEOI)," ungkap Yoga.

Semakin banyak negara yang mengikuti pertukaran pajak, semakin bagus bagi perpajakan. Sebab, ruang untuk lari dari pajak semakin susah. Ditjen Pajak menghitung AEOI bisa menambah penerimaan minimal Rp 2 triliun.

Berita Pajak

Peraturan Pajak

NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA ...
Read More
TATA CARA PEMBERIAN SURAT KETERANGAN FISKAL
Read More
NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA ...
Read More
NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA ...
Read More
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA MAHKAMAH ...
Read More

Kurs KMK

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 15897.37
USD 13974
GBP 18112.41
AUD 9989.76
SGD 10315.1
* Rupiah

Berlaku : 13 Feb 2019 - 19 Feb 2019